Karya Tulis Sanitasi-MARI JAGA, SIMPAN, DAN ALIRKAN

by - 1/02/2014

    Tidak semua orang di Indonesia mengetahui tentang apa itu sanitasi. Mungkin kurangnya sosialisasi tentang adanya sanitasi menyebabkan tidak banyak orang yang mengetahui tentang sanitasi. Apa itu sanitasi? Sanitasi adalah perilaku pembudayaan hidup bersih dengan tujuan untuk mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia. Yang dimaksud dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya itu antara lain;  tinja manusia atau binatang, air bekas cucian, bahan buangan mandi, limbah pabrik dan bahan buangan pertanian.
Pasokan air dan sanitasi di Indonesia ditandai dengan tingkat miskin akses dan kualitas layanan. Di Indonesia, lebih dari 100 juta orang yang kekurangannya untuk air bersih dan lebih dari 70% dari 220 juta penduduk negara Indonesia mengandalkan air yang diperoleh dari sumber yang berpotensi terkontaminasi. Hingga saat ini, masalah air dan sanitasi tetap menjadi masalah serius di Indonesia bagi pemerintah untuk menanganinya, terutama di daerah pedesaan. Di daerah kumuh dan pertanian, hampir separuh penduduk Indonesia tidak memiliki akses ke air minum. Ini adalah perhatian utama karena kurangnya air bersih mengurangi tingkat kebersihan di masyarakat dan juga meningkatkan kemungkinan orang tertular penyakit kulit atau penyakit yang ditularkan melalui air yang kemungkinan besar terkontaminasi itu. Air minum yang tidak aman merupakan penyebab utama diare, yang merupakan pembunuh utama kedua anak balita di negara dan menyumbang sekitar 20% kematian anak setiap tahun. Setiap tahun, setidaknya 300 dari 1.000 warga Indonesia menderita penyakit-penyakit yang terbawa air yang tidak layak.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan kualitas sumber daya air di Indonesia. Limbah domestik, limbah industri, limbah pertanian, dan limbah padat yang mencemari salah urus permukaan dan air tanah, terutama di Jawa. Indonesia menempati peringkat antara negara-negara terburuk di Asia dalam pembuangan kotoran dan sanitasi. Beberapa kota di Indonesia memiliki sistem sanitasi bahkan minimal. Tidak adanya jaringan sanitasi didirikan memaksa banyak rumah tangga mengandalkan tangki kotoran pribadi atau untuk membuang limbah mereka langsung ke sungai dan kanal. Hasil survei membuktikan bahwa hanya 52% penduduk yang memiliki akses yang memadai terhadap fasilitas pembuangan tinja. Fasilitas seperti itu penting karena mereka dapat membantu untuk meminimalkan manusia, hewan, serangga dan kontak dengan tinja, sehingga meningkatkan tingkat kebersihan dan meningkatkan kondisi kehidupan bagi penghuni daerah kumuh.
Di Negara tetangga seperti Singapore air benar-benar telah dijaga dengan baik. Contohnya saja, Singapore memiliki sebuah sungai. Air di dalam sungai tersebut benar-benar jernih, jauh berbeda dengan sungai yang ada di kota Jakarta yang berwarna coklat dan penuh akan sampah. Setelah dlihat, ternyata selain warga Singapore tidak membuang sampah sembarangan, ada petugas yang membersihkan sungai tersebut dari sampah yang ada, sehingga air sungai tersebut tetap terjaga kebersihannya. Hal ini seharusnya menjadi contoh bagi warga Indonesia, agar tidak membuang sampah ke bantaran sungai, ini juga demi kesehatan dan kelanjutan hidup warga Indonesia.
Air, setiap hari tidak ada orang yang bisa hidup tanpa air. Bisa dibayangkan,  jika 100 tahun kedepan air sudah mulai langka. Dengan kondisi dunia yang semakin buruk, diikuti semakin bertambahnya populasi penduduk yang membuat kebutuhan semakin meningkat. Tetapi, apabila air terus dicemari dan lama kelamaan air bersih sulit untuk didapat, betapa banyaknya nyawa yang melayang nantinya karena meminum/menggunakan air yang kotor. Bagaimana kelanjutan nasib anak cucu nanti?
Sering ditemukan orang yang membuang-buang air. Misalnya saja, dalam sehari bisa menggunakan > 3 liter air untuk hal yang tidak penting. Jika dalam sehari memakai air >3 liter untuk hal yang tidak penting, itu berarti orang tersebut telah membuang >90 liter air setiap bulannya. Padahal, sebagai manusia seharusnya bisa menyimpan air untuk kelanjutan hidup nanti. Saat musim kemarau panjang,  sangat terasa betapa pentingnya setetes air bersih untuk minum, mandi, mencuci tangan,dsb. Pada saat seperti itulah pentingnya menyimpan air, saat air masih melimpah sangat terasa sebelum terjadinya kemarau panjang yang menyulitkan untuk mendapatkan air.
    Menurut data yang ada, sektor air dan sanitasi tidak diberikan prioritas yang tinggi di tingkat nasional, karena sebagian besar prioritas yang bersaing dari sektor lain seperti kesehatan dan pendidikan. Di Indonesia, tidak semua daerah yang mendapatkan pengaliran air bersih ke rumah-rumah warga. Terkadang warga harus menempuh berkilo-kilo meter untuk mendapatkan air bersih. Hal ini membuktikan bahwa betapa pentingnya akses pengaliran air bersih ke rumah-rumah warga. Mungkin, karena biaya yang kurang mencukupi dan sulitnya menuju daerah yang terpencil menyulitkan setiap warga Indonesia dapat menikmati pengaliran air yang baik. Padahal pengaliran air bersih yang baik sangat berguna bagi setiap warga Indonesia.
   Jadi kesimpulannya sanitasi memiliki hubungan dengan air, antara lain dengan kesehatan (semakin baik airnya, maka akan semakin baik sanitasinya, makin baik sanitasinya maka kesehatan akan semakin meningkat),  kebersihan (air yang tidak kotor akan akan membuat sanitasi yang baik maka, lingkungan air menjadi bersih), kematian (semakin buruknya tingkat kebersihan air, maka semakin buruk sanitasinya. Ini akan membuat banyaknya kematian), dan biaya (untuk mendapatkan air bersih dan sanitasi yang baik, tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jadi, orang yang tidak mampu terpaksa untuk membeli air, membuat MCK, yang murah meriah dan tentu tidak terjamin kualitasnya). Air sangatlah berarti dalam kehidupan manusia, seperti mandi, minum, memasak, mencuci, maupun untuk mendapatkan sanitasi yang baik tentu dibutuhkan air yang baik pula. Kita harus mulai menjaga air agar tetap bersih mulai dari sekarang, menyimpan air (tidak boros dalam menggunakan air/ tidak menggunakan air untuk hal yang tidak perlu) mulai dari sekarang, dan berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan dalam hal sanitasi dan pengaliran air ke rumah-rumah warga. 


Mari Jaga, Simpan, dan Alirkan






You May Also Like

4 komentar

  1. sangat membantu, izin copy untuk tugas saya. ;)

    BalasHapus
  2. @anggita silahkan saja Anggita, semoga bermanfaat:)

    BalasHapus
  3. Berkunjung kesini juga ya ^^
    Sanitatisofficial.blogspot.com

    BalasHapus
  4. hai, christy. sebelumnya terimakasih ya sudah berkunjung ke Doubletrackers.com. akhirnya saya gantian main kesini dan membaca beberapa tulisan kamu. menarik, kamu selalu berusaha bisa menginspirasi orang lewat tulisanmu ya? lanjutkan dan perbanyak membaca, supaya ide-ide kamu selalu baru dan bahasan-bahasanmu semakin luas :)

    BalasHapus